Cipaganti Balikpapan Bontang

Cipaganti Balikpapan Bontang - PT Cipaganti Citra Graha akan terus mengupayakan izin trayek travel yang melayani rute di Bontang—Samarinda dan Balikpapan, Kalimantan, meskipun terdapat upaya penolakan dari pesaing bisnis.

Chief Operation Officer (COO) Cipaganti Mulyadi mengatakan di Pulau Bornoe tersebut memang terdapat penolakan yang disinyalir direncanakan oleh pesaing bisnis yang tidak ingin Cipaganti masuk ke Kalimantan.

Padahal, katanya, ketika perusahaan masuk ke sana selalu memberdayakan tenaga atau sumber daya manusia lokal dan justru mengakomodasi pertumbuhan ekomomi daerah setempat dengan transportasi yang memadai.

Selain itu langkah masuknya perseroan di daerah tertentu di mana pun sebetulnya tidak datang dari rencana bisnis semata melainkan ada permintaan dari masyarakat atau Pemerintah Daerah agar Cipaganti masuk untuk menyerap tenaga kerja.

“Izin diberesin juga dan ekspansi juga. Soal penolakan itu memang dari kompetitor. Kami berupaya dengan prosedur memenuhi persyaratan izin, setiap pembukaan rute baru atau di daerah baru selalu SDM local menjadi prioritas,” katanya di Jakarta, siang ini, Selasa 22 Mei 2012.

Dia mengatakan memang ada upaya penolakan agar izin trayek perseroan tidak keluar. Seperti diketahui, puluhan sopir dan pengusaha travel Bontang sempat mendatangi kantor DPRD Bontang pada Selasa 15 Mei pekan lalu.

Tujuannya meminta DPRD dan Pemerintah menghentikan izin trayek travel Cipaganti yang melayani rute Bontang—Samarinda dan Balikpapan. Promo pembukaan trayek travel Cipaganti di wilayah tersebut dinilai meresahkan mengingat terjadi penurunan penumpang.

Cipaganti selama ini dikenal sebagai perusahaan transportasi yang mengoperasikan mikrobus di rute gemuk Jakarta—Bandung. Di samping itu, Cipaganti juga kini masuk ke pasar taksi dan penyewaan bus pariwisata.

Total, untuk di bisnis otojasa perseroan menargetkan pada 2015 bisa memiliki jumlah armada hingga 15.000 unit dari saat ini sekitar 3.500 unit.

Mulyadi mengatakan bisnis otojasa merupakan kontributor terbesar pendapatan perseroan antara 60%-70% sehingga penambahan armada adalah salah satu strategi pengembangan bisnis tersebut.

Dia mengatakan terkait dengan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO), pihaknya menunda realisasi melantai di bursa dari rencana awal semester I/2012 menjadi kuartal IV tahun ini karena kinerja tahun lalu yang di bawah perkiraan.

Dalam rencana terbaru IPO itu, perseroan akan menggunakan laporan keuangan Juni 2012, dari awalnya menggunakan buku Desember 2011. Dengan demikian terdapat jangka waktu 6 bulan tenggat sesuai dengan peraturan IPO jika tidak perseroan mesti menggunakan laporan keuangan terbaru.

“Penjualan kami sepanjang tahun lalu masih di bawah target, jadi diputuskan IPO akan menggunakan buku Juni 2011. Kami menargetkan penjualan bisa mencapai Rp60 miliar baru bisa IPO,” katanya.

Dia menuturkan perseroan tetap mempercayakan PT Batavia Prosperindo Sekuritas untuk menangani IPO senilai Rp500 miliar hingga Rp750 miliar itu. “Kami masih terus memproses IPO, penjamin emisi masih tetap sama dan target dana juga masih sama,” kata Mulyadi.

Dana hasil IPO akan digunakan perseroan yang berbasis di Bandung itu untuk ekspansi, khususnya di sektor pertambangan. Cipaganti mulai masuk ke bisnis batu bara tahun lalu dengan memiliki cadangan sedikitnya 38 juta ton di lima blok pertambangan di Kalimantan Timur, yakni Penajam (Kabupaten Penajam Pasir Utara), Long Kali (Kabupaten Paser), Muara Jawa dan Batuah (Kutai Kartanegara).
sumber : bisnis.com