500 Video Porno Di Buang Sia Sia Oleh Seorang Kakek 70 Tahun

500 Video Porno Di Buang Sia Sia Oleh Seorang Kakek 70 Tahun
kotabontang.net - 500 Video Porno Di Buang Sia Sia Oleh Seorang Kakek 70 Tahun,Sebanyak 500 video porno Jepang dibuang begitu saja di sebuah taman di Osaka Jepang bersama 17 kantong plastik lain, buku dan majalah, total 200 kilogram sampah tanggal 17 Oktober 2014. Kedua orang yang membuang sampah tersebut setelah warga setempat melaporkan kepada polisi, langsung ditangkap karena melanggar UU Pembuangan sampah.

"Benar sekali 17 Oktober lalu dua orang lelaki, satu berusia 70 tahun dan satu lagi sebagai perawat berusaha 40 tahun telah ditahan oleh pihak kepolisian karena melanggar UU Pembuangan sampah," papar sumber Tribunnews.com sore ini (23/10/2014).

Mereka berdua membuang di taman Haginochaya Minami yang berada dekat dengan kawasan kumuh Kamigasaki di Osaka, terkenal sebagai daerah paling kumuh se-Jepang.

Di daerah itu banyak pengangguran dan pengemis berlalu lalang, mencari hal-hal yang terlarang seperti barang curian, bahkan narkoba pun kadang mudah dijumpai di sana.

Pembuang sampah itu menyanggah tuduhan pelanggaran UU Pembuangan Sampah tersebut.

"Sejak tujuh tahun lalu saya banyak membantu sukarela memberikan makanan sup gratis kepada para pengemis di sini. Saya kira bisa buang sembarangan sampah di sini," papar lelaki usia 70 tahun tersebut kepada polisi.

Beberapa orang di taman itu saat pembuangan melihat keduanya. Lalu ada yang menegor, "Lagi ngapain kamu?" langsung keduanya membungkus sisa sampah dan hendak meninggalkan tempat.

Tetapi polisi yang telah ditelpon warga setempat keburu datang dan keduanya ditahan dengan tuduhan tersebut. Langsung dibawa ke kantor polisi Nishinari Osaka.

Video porno tidak dilarang di Jepang. Penjualan dibolehkan asal bagian sensitif di sensor sendiri dengan model mozaik. Yang menjadi permasalahan kesalahan tersebut adalah pembuangan sampah, tak bisa sembarangan dan ada hari pembuangan sampah.

Beda hari pembuangan sampah di Jepang baik sampah dapur, sampah botel, kaleng, dan sebagainya berbeda hari. Jadi kita tak bisa membuang sembarangan sampah di Jepang.

Bahkan sampah besar seperti misalnya lemari es kalau membuang sampah kita harus membayar sejumlah beberapa ribu yen, menempelkan stiker bukti pembayaran di lemari es, barulah boleh dibuang di tempat yang telah ditentukan pada hari tertentu.
---Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo,TRIBUNNEWS.COM, TOKYO -