Garuda Indonesia Rute Baru Jogja - Myanmar Pada 2015

Garuda Indonesia Rute Baru Jogja - Myanmar Pada 2015
Garuda Indonesia Rute Baru Jogja - Myanmar Pada 2015 :: PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) berencana membuka rute penerbangan langsung (direct flight) dari bandara internasional Adisutjipto, Daerah Istimewa Yogyakarta ke bandar udara internasional Yangon, Myanmar pada 2015.

Pemilihan DIY mempertimbangkan penduduk asal Myanmar yang kerap melakukan wisata ke Candi Borobudur, Daerah Istimewa Yogyakarta. "Lihat ketersediaan lalu lintas (traffic) udara," Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, di Tangerang, Selasa (25/11/2014).

Menurutnya, masyarakat Myanmar kerap melakukan wisata ke Candi Borobudur, Daerah Istimewa Yogyakarta. Karena umumnya penduduk beragama Budha. Rencana pembukaan penerbangan langsung bandara internasional Adisutjipto, DIY, ke Myanmar, merupakan pengembangan kerja sama antar Garuda Indonesia dengan Myanmar Airways International akan kemitraan "code share" kedua perusahaan penerbangan.

Melalui kerja sama tersebut, Garuda Indonesia akan menempatkan nomor penerbangannya (flight number) pada penerbangan Myanmar Airways International pada rute Bangkok-Yangon dan Singapura-Yangon. Sebaliknya, Myanmar Airways International akan menempatkan nomor penerbangannya pada penerbangan Garuda Indonesia untuk rute Jakarta-Bangkok dan Jakarta-Singapura.

Kerja sama "code share" tersebut akan memberikan kemudahan bagi para pengguna jasa untuk melaksanakan penerbangan pada jaringan penerbangan kedua maskapai dari dan menuju Myanmar dan Indonesia melalui Singapura dan Bangkok. Emir mengungkapkan, Garuda Indonesia dan Myanmar Airways International menargetkan implementasi kerja sama code share pada Desember 2014.

Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda Indonesia, Erik Meijer, mengatakan kerja sama dengan Myanmar Airways International itu akan memperkuat jaringan Garuda Indonesia ke Asia Tenggara.

"Myanmar merupakan pasar yang potensial bagi Indonesia dan melalui kerja sama ini kami memberikan lebih banyak pilihan penerbangan untuk meningkatkan arus penumpang di antara kedua negara," tutur Erik.

Selain itu, kemitraan ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas perdagangan dan pariwisata di kedua negara. Mengingat kerja sama akan membuka akses ke pasar Indonesia bagi masyarakat Myanmar.

Sementara itu, International Managing Director Myanmar Airways International Shi Thu menyatakan Indonesia merupakan pasar penting bagi Myanmar. Kondisi itu digambarkan dari jumlah penumpang kedua negara yang mencapai 55 ribu, baik kegiatan bisnis maupun pariwisata.

"Dengan kerja sama tersebut, maka pengguna jasa akan mendapatkan lebih banyak pilihan destinasi, kenyamanan dan fleksibilitas dalam melaksanakan penerbangan antara Yangon dan kota di Indonesia," ucapnya.( metrotvnews.com )