Yolanda Debby Sherlytami : Mahasiswi Cantik Unmul

kotabontang.net - MENJADI pengajar muda di SMA 10 Samarinda, bagi Yolanda Debby Sherlytami adalah pengalaman yang sangat berarti. Mahasiswi 23 tahun yang sedang menyelesaikan tugas akhir di Universitas Mulawarman (Unmul) tersebut mengaku telah mengajar sejak 2007.

“Awalnya, saya mengajar di sebuah lembaga bimbingan di Samarinda. Ketika itu, saya masih SMK dan ditawari mengajar bahasa Inggris untuk anak-anak. Ada yang TK, SD, dan SMP. Kebetulan, saya dulu juga pernah belajar di lembaga tersebut,” kisah Yola.

Kesempatan itu tidak disia-siakannya. Dia pun mengajar selama empat tahun di lembaga tersebut. Dia juga sempat pindah lembaga-lembaga belajar lain, sampai berujung pada kesempatan mengajar di SMA 10 Samarinda.

Bertahun-tahun memiliki pengalaman mengajar, Yola menuturkan, banyak perbedaan cara mengajar dan menghadapi anak di setiap tingkat. “Sama-sama menyenangkan. Tapi, mengajar anak TK atau SD bisa lebih santai. Sementara itu, mengajar anak SMP atau SMA, biasanya mereka lebih kritis. Jadi, saya seperti dituntut memiliki kemampuan yang lebih dari mereka,” papar dara kelahiran 14 Juli 1991 itu.

Namun, Yola mengaku, dirinya juga tidak sempurna. Mungkin ada saja materi pelajaran yang kurang dikuasai. “Karena itu saya selalu bilang ke anak-anak, saya mengajar bukan untuk menggurui. Tetapi, lebih seperti seorang kakak yang mengajak adik-adiknya untuk saling belajar. Apa yang saya kuasai, saya berikan kepada mereka. Tapi, kalau tidak tahu, saya ajak mereka cari bersama-sama,” tuturnya.

Yola pernah berpikir untuk berhenti mengajar, karena merasa pengalamannya sudah cukup. Ingin mencoba pekerjaan lain seperti bekerja di kantor. Apalagi basic pendidikan ketika SMK adalah jurusan perkantoran.

“Tapi saya berpikir ulang. Saya termasuk orang yang senang berbicara, bercerita, juga bersosialisasi. Saya merasa tidak akan sanggup bila bekerja di kantor, sekadar duduk, tanpa membagi apa yang ada di pikiran,” kata dia.

Selain mengajar, Yola juga memiliki seabrek kegiatan. Seperti penyiar radio dan bergabung dalam beberapa komunitas pendidikan.

Banyak kegiatan yang dilakoni, memang membuat kuliahnya molor dari waktu yang ditarget. Namun, perempuan berkulit putih itu tidak menyesal.

“Memang sedikit sedih, karena kebanyakan teman-teman saya sudah lulus. Saya merasa bersalah dengan orangtua. Tapi, kemudian saya menyadari, apa yang dilakoni selama ini tentu tidak sia-sia. Saya tetap bisa kuliah, mengajar, dan berkarya dengan baik. Saya juga berusaha membanggakan orangtua lewat prestasi lain,” pungkas Yola.

Hal tersebut dia buktikan dengan tetap mempertahankan prestasinya. Indeks prestasi yang didapat pun tidak pernah di bawah 3,5.