7 Mitos Kuno Tentang Seks yang Tak Perlu Lagi Dipercaya

kotabontang.net - Aktivitas seksual atau bercinta adalah salah satu topik yang ditutup rapat-rapat dari pembicaraan sehari-hari. Masih ada orang yang beranggapan bahwa seksual adalah hal yang tabu. Memang tabu, jika dibicarakan tidak pada tempatnya.

Selain dianggap tabu, aktivitas seksual juga seringkali dibumbui dengan beragam mitos yang tak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Salah satu contohnya adalah banyak orang berpikir kalau pria adalah sosok orang yang selalu memikirkan seksual dibanding perempuan.

Mitos lainnya, orang beranggapan bahwa perempuan tak punya banyak masalah dalam soal seksual. Siapa bilang? Berikut ini beberapa mitos yang kerap memengaruhi pikiran Anda, dilansir dari Idiva. Ini saatnya untuk berhenti percaya mitos mulai sekarang.

1. Perempuan tak punya masalah seksual dibanding laki-laki
Ini adalah anggapan banyak pria. Padahal kenyataannya, sama saja dengan pria. Perempuan juga menghadapi banyak masalah dalam kehidupan seksualnya, misalnya sulit orgasme, merasa sakit saat bercinta sampai kehilangan gairah. Hanya saja tak banyak yang mau mengumbar masalah ini.

2. Hasrat seksual laki-laki dan perempuan sangatlah berbeda
Ini sama sekali tidak benar. Kenyataannya, keinginan seksual semua orang itu berbeda, sekalipun dalam jenis kelamin yang sama. Hal ini membuktikan bahwa laki-laki dan perempuan tidak punya hasrat seksual yang sangat jauh berbeda, justru sebaliknya. Laki-laki dan perempuan justru punya kemiripan dalam urusan seksualnya. Variasi seksual nyatanya lebih banyak didasarkan karena hubungan seseorang dibanding jenis kelamin.

3. Hasrat seksual perempuan menurun setelah menopause
Mitos ini bisa jadi benar bisa juga salah. Semuanya tergantung dari perempuannya. Ini bukan ukuran universal. Faktanya beberapa perempuan yang sudah menopause justru dilaporkan malah mengalami peningkatan aktivitas seksual.

4. Orgasme adalah satu-satunya cara untuk merasakan kepuasan secara seksual
Kebanyakan perempuan lebih menyukai foreplay dan berpelukan dibanding dengan bercinta. Jika kebiasaan ini menghilang, sang perempuan justru tak benar-benar merasa puas saaat bercinta. Jadi, jika Anda berpikir bahwa orgasme adalah satu-satunya penanda kepuasan dan kebahagiaan saat bercinta, coba pikir lagi.

5. Anda tidak akan hamil jika bercinta saat menstruasi
Bercinta saat sedang menstruasi bukanlah cara yang tepat untuk menghindari kehamilan. Meskipun kemungkinannya kecil, namun bukan berarti hal ini tak mungkin. Sperma bisa hidup selama berhari-hari ketika sudah ada di dalam tubuh.

6. Metode penarikan akan membantu menghindari kehamilan
Beberapa orang berpikir bahwa menggunakan metode menarik penis saat akan mengeluarkan sperma akan menyelamatkan perempuan dari kehamilan. Percayalah hal ini tidak selalu bekerja.

7. Membuat suara-suara adalah cara untuk menyampaikan kalau Anda menikmati permainan
Saat bercinta, pasangan biasanya akan mengeluarkan berbagai jenis suara-suara yang menggoda. Entah apa tujuannya. Namun bagi banyak orang, semakin berisik saat bercinta justru mereka makin menikmatinya. Benarkah?

Kenyataannya, tidak juga. Beberapa perempuan yang vokal justru lebih memilih untuk diam. Namun ini tak berarti kalau mereka tak menikmatinya.

- CNN Indonesia -