PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) Bidik Produksi 19 Juta Ton

kotabontang.net - PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) menargetkan mampu meningkatkan kapasitas produksi hingga mencapai 19 juta ton pada 2019. Ini artinya melonjak 59,79 persen dibandingkan dengan kapasitas produksi saat ini. Hingga akhir 2015, PIHC memperkirakan kapasitas produksi akan meningkat menjadi 16,3 juta ton.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Arifin Tasrif mengatakan, perusahaan terus berupaya meningkatkan kapasitas produksi melalui revitalisasi pabrik dan pembangunan pabrik baru. Peningkatan tersebut merupakan buah dari tambahan kapasitas produksi yang berasal dari Pupuk Kaltim, Pupuk Kujang, dan Pupuk Sriwidjaja Palembang. Tiga perseroan ini mengoperasikan tambahan ruang produksi secara berturut-turut mulai Mei, September, Oktober, dan akhir tahun.

’’Kami ekspansi untuk mencapai target 19 juta ton dengan merevitalisasi dan membangun pabrik-pabrik di Bontang, Palembang, Gresik, Aceh, dan Papua,” rinci Arifin dalam pesan elektroniknya, Jumat (17/4).

Kapasitas produksi pupuk di PKT, Arifin memberi contoh, mencapai sekitar satu juta ton per tahun. Jika pabrik dioperasikan pada pertengahan tahun ini, maka pabrik tersebut akan berkontribusi sekitar 500 ribu ton.

Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia Budi Asikin menambahkan, persentase penambahan alokasi subsidi pupuk itu mencakup urea, SP-36, ZA, NPK, maupun pupuk organik. Total pupuk bersubsidi yang berhasil disalurkan sebanyak 2,3 juta ton. Jumlah ini setara 25 persen dari total alokasi yang ditetapkan pemerintah berdasarkan Permentan No. 13/2014, yakni sebanyak 9,6 juta ton. (ers/jpnn)