Mengenal Penyakit Meningitis dari Gejala dan Pencegahannya

kotabontang.net - Olga Syahputra sang komedian yang juga presenter kondang ini telah menghembuskan nafas terakhirnya Jumat (27/3) di RS Mounth Elizabeth Singapura. Olga meninggal setelah hampir satu tahun melawan penyakit yang dideritanya yaitu Meningitis. Apa itu meningitis? bagaimana gejala dan cara mencegahnya?

MENINGITIS adalah sejenis penyakit langka yang mempengaruhi selaput halus pelindung (meninges) yang menutupi otak dan saraf tulang belakang. Dari penyebabnya, meningitis dibedakan menjadi 3 kategori, yaitu Bakterial, Viral, dan fungal Meningitis. Meningitis hampir selalu disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus yang dimulai di tempat lain dalam tubuh. Seperti, di telinga, sinus, atau saluran pernapasan bagian atas. Sementara penyebab lain Meningitis yang jarang terjadi termasuk infeksi jamur, gangguan autoimun (sistem kekebalan tubuh), dan obat-obatan.

Bakterial Meningitis adalah penyakit yang sangat serius yang memerlukan perawatan medis dengan segera. Jika tidak ditangani dengan cepat, hal itu dapat menyebabkan kematian dalam hitungan jam – atau menyebabkan kerusakan permanen pada otak dan bagian lain dari tubuh.

Gejala penyakit Meningitis adalah :

*Nyeri pada otot dan persendian, misalnya pada tangan dan kaki.
*Tangan dan kaki akan kedinginan atau bahkan menggigil.
*Kulit pucat atau muncul bintik-bintik merah yang tersebar.
*Bibir terlihat biru

Gejala awal dari meningitis bakterialis sangat umum dan mirip dengan penyakit lain. Diantaranya, demam, sakit kepala parah, badan merasa tidak enak, mual serta muntah-muntah. Suhu tubuh ketika demam mencapai 38° celcius atau lebih, hal ini bisa terjadi pada orang dewasa dan anak-anak. Tanda demam lainnya, wajah akan terasa panas saat disentuh dan kulit akan terlihat memerah. Pada saat meningitis bakterialis bertambah parah, kondisi ini bisa menyebabkan beberapa hal seperti berikut ini:

*Bernapas cepat
*Bingung
*Mengantuk
*Leher kaku (hal ini jarang terjadi pada anak kecil)
*Ruam merah terang yang tidak memudar atau berubah warna saat gelas ditekan di atas ruam itu. Namun, gejala ini tidak selalu ada pada setiap orang.
*Sensitif terhadap cahaya (fotofobia), hal ini jarang terjadi pada anak kecil.
*Kejang-kejang.

Perlu diingat bahwa tanda dan gejala yang di derita oleh penderita meningitis bisa berbeda-beda. Sebagian besar hanya mengalami sebagian gejala-gejala di atas. Bakteri atau virus yang menyebabkan meningitis bisa tersebar melalui batuk, bersin, ciuman, atau berbagi peralatan.

Beberapa langkah awal untuk mencegah terjangkit meningitis adalah:

*Mencuci tangan dengan bersih
*Berlatih hidup higienis
*Melakukan Pola hidup sehat
*Menutup mulut ketika bersin atau batuk
*Jika sedang hamil, berhati-hati dalam memilih makanan.

Banyak kasus meningitis virus dan bakteri ini bisa dicegah dengan berbagai macam vaksin. Bicarakan dengan dokter jika Anda tidak yakin apakah vaksinasi Anda yang terbaru atau tidak.

Vaksin yang sudah tersedia antara lain:

*Vaksin MMR (campak, gondongan dan campak Jerman): Dapat diberikan pada umur 12 bulan, vaksin ulangan umur 5-7 tahun.
*Vaksin pneumokokus (PCV): Usia di bawah 1 tahun diberikan setiap dua bulan sekali, di atas dua tahun cukup diberikan sekali.
*Vaksinasi DTaP/IPV/Hib: Perlindungan pada bakteri Hib, difteri, batuk, tetanus dan virus polio.

Vaksin meningitis belum termasuk jadwal imunisasi anak tetapi dapat didapatkan di Indonesia. Konsultasikanlah dengan dokter Anda jika menginginkan vaksin tersebut. (indopos/jpnn/berbagai sumber)