Menjadi Ibu Tunggal Berbahaya Bagi Kesehatan di Masa Depan

kotabontang.net - Membesarkan anak seorang diri merampas banyak hal dalam diri seorang perempuan. Dari kesehatan yang lebih buruk, dan perjuangan lebih keras melakukan tugas sehari-hari setelah usia 50 tahun, berdasarkan studi internasional terbaru, seperti dilansir dari laman Reuters.

Di beberapa negara, jaring pengaman sosial pemerintah dan pihak keluarga besar mungkin menumpulkan efek dari menjadi ibu tunggal.

Namun, peneliti menemukan hubungan kuat antara menjadi ibu tunggal dengan kesehatan buruk di beberapa negara, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Swedia, dan Denmark, dibandingkan dengan negara-negara di Eropa Selatan.

“Kami telah mengantisipasi bahwa para ibu tunggal di Amerika Serikat akan mengalami banyak hal buruk. Begitu banyak para pekerja yang berstatus ibu tunggal menerima upah rendah. AS tidak memiliki perlindungan sosial paling mendasar untuk para ibu tunggal dibandingkan negara-negara lain,” kata ketua penelitian Lisa F. Berkman dari Pusat Studi Kependudukan dan Pengembangan Harvard di Cambridge, Massachusetts.

“Yang mengejutkan adalah para perempuan di Inggris mendapatkan perlakuan hampir sama dengan para ibu tunggal di AS,” kata Berkman. Para ibu tunggal di Skandinavia tampaknya berisiko juga.

Negara-negara Skandinavia memiliki program cuti hamil dan program anti-kemiskinan dasar yang lebih kuat, tetapi para perempuan di sana masih menemui banyak kesulitan,” katanya.

“Perlindungan sosial dasar masih sangat membantu mereka, tetapi tidak cukup untuk melindungi perempuan-perempuan ini,” katanya. “Mereka cenderung masih lebih miskin dari ibu menikah, situasi kerja mereka menantang, belum lagi keluarga besar mereka yang tidak mendukung seperti halnya di negara-negara Eropa Selatan.”

Peneliti mensurvei lebih dari 25 ribu perempuan di atas usia 50 tahun tentang sejarah pernikahan, kelahiran anak, serta kemampuan mereka menyelesaikan kegiatan sehari-hari, misalnya kebersihan pribadi atau aktivitas penting seperti mengemudi dan belanja. Survei dilakukan dengan tiga penelitian sebelumnya di 14 negara.

Ibu tunggal didefinisikan sebagai perempuan yang memiliki anak berusia di bawah 18 tahun tapi belum menikah. Di sini, para peneliti tidak memperhitungkan hidup bersama.

Satu dari tiga ibu di AS melaporkan, mereka menjadi orang tua tunggal sebelum usia 50 tahun. Secara umum, menjadi ibu tunggal dikaitkan dengan miskinnya tingkat kesehatan dan kecacatan setelah usia 50, seperti dilaporkan dalam Jurnal Epidemiologi dan Kesehatan Masyarakat.

“Ibu yang mengasuh anaknya sendirian melaporkan kesehatan yang lebih buruk dibandingkan beberapa ibu di sebagian besar masyarakat, terlepas dari ukuran kesehatan yang dipilih, apakah itu kesehatan mental atau fisik,” kata Sara Fritzell dari Institut Karolinska di Stockholm, Swedia.

“Ibu tunggal bekerja sangat keras untuk mengurus anak-anak mereka,” kata Berkman.

“Mereka melakukan hal ini dengan mengorbankan kesehatan mereka sendiri. Mereka mungkin kurang berolahraga, pola makan lebih buruk, atau bekerja sangat keras sampai menyebabkan stres untuk memenuhi kebutuhan keluarga.”

--cnn indonesia--